Perjanjian Kerjasama Pemborongan Rumah Tinggal

December 4th, 2013 No comments

Yang bertanda tangan di bawah, masing-masing*):

1. Nama : [..............................................]
Alamat : [..............................................]
Pekerjaan : [..............................................]

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : [..............................................]
Alamat : [..............................................]
Jabatan : [..............................................]

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT [......................] yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA.
PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam satu perjanjian pemborongan pekerjaan rumah tinggal dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut.

PASAL 1

PIHAK PERTAMA dengan ini menetapkan PIHAK KEDUA untuk melaksanakan pemborongan pekerjaan pembangunan rumah tinggal milik PIHAK PERTAMA yang terletak di [.........................] berdasarkan Surat Perintah Kerja No. [...........................] tertanggal [....................................] dan PIHAK KEDUA telah menyatakan persetujuannya untuk melaksanakan pemborongan pekerjaan rumah PIHAK PERTAMA sesuai dengan denah dan konstruksi terlampir.

PASAL 2

PIHAK KEDUA setuju dan bersedia memulai pekerjaan pembangunan rumah tinggal tersebut paling lambat [....] hari setelah surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak dan harus sudah selesai serta diserahkan kepada PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu paling lama [.....] hari kemudian.

PASAL 3

1. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat bahwa harga borongan untuk pekerjaan tersebut adalah Rp [....................].
2. Pembayaran tahap pertama sebesar [.....]% atau sebesar Rp [...................................] dilakukan pada saat perjanjian ini ditandatangani.
3. Pembayaran sisanya sebesar [......]% atau sebesar Rp [.......................................] dilakukan secara bertahap yang disesuaikan dengan prestasi kerja PIHAK KEDUA.
4. Penghitungan persentase prestasi kerja PIHAK KEDUA dilakukan setiap [...] minggu sekali oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

PASAL 4

PIHAK KEDUA menyatakan bersedia dan setuju untuk membayar biaya materai dan pajak-pajak yang timbul sebagai konsekuensi dari perjanjian ini.

PASAL 5

Kecuali karena force majeure dan atau karena kelalaian PIHAK PERTAMA sendiri, PIHAK KEDUA akan dikenakan denda sebesar [....] % setiap hari dari nilai kontrak yang dihitung sejak pekerjaan tersebut dinyatakan terlambat oleh PIHAK PERTAMA.

PASAL 6

1. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan untuk mengalihkan baik sebagian maupun seluruh pekerjaan yang dimaksudkan dalam perjanjian ini kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA.

2. Dalam hal PIHAK KEDUA mengalihkan sebagian atau seluruh pekerjaan tersebut kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA, maka PIHAK KEDUA wajib mengembalikan secara tunai dan sekaligus seluruh uang yang telah diterima PIHAK KEDUA dari PIHAK PERTAMA.

PASAL 7

1. PIHAK PERTAMA berhak mengubah dan atau membongkar hasil pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA, apabila pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan denah atau konstruksi yang telah ditetapkan oleh PIHAK PERTAMA.
2. Dalam hal perubahan dan pembongkaran sebagaimana disebut pada ayat 1 pasal ini membutuhkan biaya, menimbulkan kerugian pada PIHAK PERTAMA maka seluruh kerugian tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA.

PASAL 8

1. Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan gagal terlaksananya perjanjian ini seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masyarakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia.
2. Terhadap pembatalan akibat force majeure, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara sepakat menanggung kerugiannya masing-masing.

PASAL 9

1. Apabila terjadi perselisihan dalam pelaksanaan perjanjian ini, maka kedua belah pihak akan menyelesaikan secara musyawarah untuk mufakat.
2. Apabila secara musyawarah untuk mufakat tidak memuaskan kedua belah pihak, maka akan diselesaikan lewat jalur hukum. Untuk maksud tersebut kedua belah pihak memilih tempat kediaman hukum yang tidak berubah pada kantor panitera Pengadilan Negeri [..............].

PASAL 10

Di dalam segala hal yang tidak atau tidak cukup diatur dalam perjanjian ini akan diatur serta ditetapkan atas persetujuan kedua belah pihak.

PASAL 11

Perjanjian ini baik dalam hal pengurangan atau penambahan pekerjaan dapat diubah atas persetujuan tertulis kedua belah pihak.

PASAL 12

Perjanjian ini mulai berlaku terhitung sejak ditandatanganinya oleh kedua belah pihak dan terus berlaku sampai kedua belah pihak memperoleh hak dan menjalankan kewajibannya masing-masing.

PASAL 13

Demikian perjanjian ini dibuat dan ditandatangani PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dibuat dalam rangka 2 (dua) dengan dibubuhi materai secukupnya dan masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama; dibuat tanpa adanya paksaan dari pihak manapun dan dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.

Dibuat di : [..............................]

Pada : [..............................]

PIHAK KEDUA                                    PIHAK PERTAMA
[...........................]                   [.....................................]

Categories: Uncategorized Tags:

Surat Perjanjian Kerjasama Dengan Refraksionis Optision

November 14th, 2013 No comments

Perjanjian Kerjasama

 

Yang bertanda tangan dibawah ini:

 

Nama               :

No.KTP           :

Alamat            :

 

Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

 

Nama               :

No.KTP           :

Alamat            :

 

Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

 

Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan ikatan kerjasama dengan kondisi tidak ada paksaan dari pihak manapun dan dalam keadaan sadar sebagaimana termuat dalam pasal demi pasal di bawah ini:

 

 

Pasal 1

 

Pihak Pertama memberi kuasa penuh kepada pihak Kedua untuk menjalankan usaha optik yang beralamat di ………………….. dan sekaligus ditunjuk sebagai penanggung jawab atas jalannya optik. Dengan tugas pokok sebagai berikut:

  1. Menyiapkan dan memperhatikan perijinan optik.
  2. Menjalankan operasional optik dari jam buka sampai jam tutup optik.
  3. Merencanakan dan mengatur tenaga kerja dan jadwal kerja karyawan optik.
  4. Menjalankan POAC (dari plaining sampai controlling) terhadap barang-barang yang dijual.
  5. Menjalankan marketing strategy atau promosi yang efektif.
  6. Memberi laporan perkembangan optik secara harian atau mingguan, jika diperlukan.

 

 

Pasal 2

Pihak kedua dibantu pihak Pertama berkewajiban untuk melengkapi segala persyaratan administrasi perijinan meliputi ijazah, pengurusan ke GAPOPIN dan IROPIN serta pengurusan ke SIPO

 

 

Pasal 3

 

Pihak Kedua wajib mempunyai Surat Ijin Refraksionis Optisien (SIRO)  yang masih berlaku dan Surat Ijin Kerja (SIK) di Optik sebagaimana pasal 1, setelah semuanya sepakat.

 

 

Pasal 4

 

Pihak Kedua disamping punya wewenang dan tangggung jawab sebagaimana tersebut di pasal 1, wajib menjalankan tugas:

Refraksi

Konsultan dalam pemilihan produk optik baik terhadap pengusaha maupun konsumen

Penyetelan

Edging

Pengambil keputusan jika dan masalah dengan konsumen

( pada item pasal 4 ini… baiknya dibicarakan dahulu dengan kedua belah pihak)

 

 

Pasal 5

 

Pihak Pertama akan memberikan kompensasi kepada Pihak Kedua atas ijazah yang dipakai dalam pengurusan SIPO secara berkala termasuk dalam perpanjangannya jika ada kesepakatan, untuk 5 tahun tahap pertama sebesar Rp ………………….. (……………………. rupiah)

 

 

Pasal 6

 

Pihak Kedua akan menerima Gaji bulanan yang akan diterima selambat-lambatnya pada akhir bulan berjalan sebesar Rp…………………….. (………………….. rupiah),

 

 

Pasal 7

 

Sebagai pengelola penuh, maka pihak kedua akan menerima bonus atas laba atau keuntungan bersih yang dihitung/dibukukan tiap akhir tahun atau atas kesepakatan bersama dengan jumlah ….. % dari laba bersih tersebut.

 

 

Pasal 8

 

Jika dalam perjalanan kerjasama ini, salah satu melakukan wanprestasi maka segera dilakukan pembicaraan dan jika menemui jalan buntu maka akan ditentukan sebagai berikut:

 

Jika Pihak Pertama yang melakukan wanprestasi:

 

Pihak kedua bisa langsung berhenti bekerja dan tidak bertanggung jawab lagi atas optik tersebut, namun jika masih diperlukan dalam hal legalitas atau sebagai konsultan lepas maka kompensasi akan ditentukan secara terpisah atau pihak pertama menunjuk pihak ketiga sebagai penanggung jawab bayangan, karena Ijazah yang dipakai masih milik pihak kedua

 

Pihak pertama akan membayar seluruh kompensasi dan segala sesuatunya

 

Jika Pihak Kedua yang melakukan wanprestasi:

 

Pihak kedua bisa diberhentikan dari optik tersebut dan ijazahnya masih dipakai sebagai penanggung jawab sampai masanya selesai, atau pihak pertama mengurus penggantian penanggung jawab yang baru.

 

Pihak pertama akan membayar semua kompensasi yang mungkin masih ada

 

 

Pasal 9

 

Jika dalam perkembangan keadaan sehingga pada pasal 8 tidak dicapai sepakat apapun, maka kedua belah pihak sepakat untuk membawa masalah ini ke jalur hukum, dan memilih wilayah hukum……………………….(sebutkan tempat yang dinginkan)

Demikian surat Perjanjian Kerjasama ini dibuat, sekali lagi dengan sebenar-benarnya dan dengan iktikat baik untuk melaksanakannya dalam keadaan sadar dan tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun.

 

……………, ……………………

 

PIHAK PERTAMA                                                                        PIHAK KEDUA

 

 

 

(Nama Jelas)                                                                                        (Nama Jelas)

 

 

 

Saksi-saksi

 

1. ………………

 

2. ……………….

 

 

 

 

 

 

 

 

Perjanjian Kerjasama

 

Yang bertanda tangan dibawah ini:

 

Nama               :

No.KTP           :

Alamat            :

 

Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

 

Nama               :

No.KTP           :

Alamat            :

 

Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

 

Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan ikatan kerjasama dengan kondisi tidak ada paksaan dari pihak manapun dan dalam keadaan sadar sebagaimana termuat dalam pasal demi pasal di bawah ini:

 

 

Pasal 1

 

Pihak Pertama memberi kuasa penuh kepada pihak Kedua untuk menjalankan usaha optik yang beralamat di ………………….. dan sekaligus ditunjuk sebagai penanggung jawab atas jalannya optik. Dengan tugas pokok sebagai berikut:

  1. Menyiapkan dan memperhatikan perijinan optik.
  2. Menjalankan operasional optik dari jam buka sampai jam tutup optik.
  3. Merencanakan dan mengatur tenaga kerja dan jadwal kerja karyawan optik.
  4. Menjalankan POAC (dari plaining sampai controlling) terhadap barang-barang yang dijual.
  5. Menjalankan marketing strategy atau promosi yang efektif.
  6. Memberi laporan perkembangan optik secara harian atau mingguan, jika diperlukan.

 

 

Pasal 2

Pihak kedua dibantu pihak Pertama berkewajiban untuk melengkapi segala persyaratan administrasi perijinan meliputi ijazah, pengurusan ke GAPOPIN dan IROPIN serta pengurusan ke SIPO

 

 

Pasal 3

 

Pihak Kedua wajib mempunyai Surat Ijin Refraksionis Optisien (SIRO)  yang masih berlaku dan Surat Ijin Kerja (SIK) di Optik sebagaimana pasal 1, setelah semuanya sepakat.

 

 

Pasal 4

 

Pihak Kedua disamping punya wewenang dan tangggung jawab sebagaimana tersebut di pasal 1, wajib menjalankan tugas:

Refraksi

Konsultan dalam pemilihan produk optik baik terhadap pengusaha maupun konsumen

Penyetelan

Edging

Pengambil keputusan jika dan masalah dengan konsumen

( pada item pasal 4 ini… baiknya dibicarakan dahulu dengan kedua belah pihak)

 

 

Pasal 5

 

Pihak Pertama akan memberikan kompensasi kepada Pihak Kedua atas ijazah yang dipakai dalam pengurusan SIPO secara berkala termasuk dalam perpanjangannya jika ada kesepakatan, untuk 5 tahun tahap pertama sebesar Rp ………………….. (……………………. rupiah)

 

 

Pasal 6

 

Pihak Kedua akan menerima Gaji bulanan yang akan diterima selambat-lambatnya pada akhir bulan berjalan sebesar Rp…………………….. (………………….. rupiah),

 

 

Pasal 7

 

Sebagai pengelola penuh, maka pihak kedua akan menerima bonus atas laba atau keuntungan bersih yang dihitung/dibukukan tiap akhir tahun atau atas kesepakatan bersama dengan jumlah ….. % dari laba bersih tersebut.

 

 

Pasal 8

 

Jika dalam perjalanan kerjasama ini, salah satu melakukan wanprestasi maka segera dilakukan pembicaraan dan jika menemui jalan buntu maka akan ditentukan sebagai berikut:

 

Jika Pihak Pertama yang melakukan wanprestasi:

 

Pihak kedua bisa langsung berhenti bekerja dan tidak bertanggung jawab lagi atas optik tersebut, namun jika masih diperlukan dalam hal legalitas atau sebagai konsultan lepas maka kompensasi akan ditentukan secara terpisah atau pihak pertama menunjuk pihak ketiga sebagai penanggung jawab bayangan, karena Ijazah yang dipakai masih milik pihak kedua

 

Pihak pertama akan membayar seluruh kompensasi dan segala sesuatunya

 

Jika Pihak Kedua yang melakukan wanprestasi:

 

Pihak kedua bisa diberhentikan dari optik tersebut dan ijazahnya masih dipakai sebagai penanggung jawab sampai masanya selesai, atau pihak pertama mengurus penggantian penanggung jawab yang baru.

 

Pihak pertama akan membayar semua kompensasi yang mungkin masih ada

 

 

Pasal 9

 

Jika dalam perkembangan keadaan sehingga pada pasal 8 tidak dicapai sepakat apapun, maka kedua belah pihak sepakat untuk membawa masalah ini ke jalur hukum, dan memilih wilayah hukum……………………….(sebutkan tempat yang dinginkan)

Demikian surat Perjanjian Kerjasama ini dibuat, sekali lagi dengan sebenar-benarnya dan dengan iktikat baik untuk melaksanakannya dalam keadaan sadar dan tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun.

 

……………, ……………………

 

PIHAK PERTAMA                                                                        PIHAK KEDUA

 

 

 

(Nama Jelas)                                                                                        (Nama Jelas)

 

 

 

Saksi-saksi

 

1. ………………

 

2. ……………….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Categories: Uncategorized Tags:

Cara Membuat Surat Penawaran Kerjasama

August 27th, 2013 No comments

Untuk memulai suatu kerjasama dengan calon pembeli yang berupa perusahaan, instansi, atau perkantoran diperlukan suatu perkenalan terlebih dahulu. Untuk mengenalkan suatu produk anda sebagai pihak penjual bisa menggunakan surat penawaran kerjasama ke pihak calon pembeli yang dituju. Surat yang dikirimkan harus mengandung isi dan tujuan yang ingin anda sampaikan dengan menggunakan bahasa yang formal supaya bisa terjalin kerjasama.

Sebelum membuat surat penawaran kerjasama sebaiknya anda harus tau perusahaan mana saja yang akan anda tuju dan disesuaikan dengan barang atau jasa yang ditawarkan. Penawaran menggunakan surat tersebut lebih efisien daripada anda harus bertemu dan menjelaskan satu persatu produk anda kepada calon pembeli. Supaya kerjasama antara penjual dan pembeli segera terwujud, berikut langkah-langkah dalam pembuatan surat tersebut :

Kop Surat yaitu berisi nama perusahaan penjual, alamat, nomor telepon dan email.
Tempat dan tanggal pembuatan surat supaya calon pembeli bisa mengetahui harga atau brosur yang disampaikan masih up to date
Nomor surat, yaitu nomor surat keluar dari pihak penjual untuk mempermudah menghitung jumlah surat yang diedarkan dan mencegah terjadinya pemalsuan mengatasnamakan perusahaan dari penjual
Lampiran, diisi dengan jumlah lampiran yang dikirim bersama surat tersebut supaya pembeli bisa membaca secara detail dan utuh. Lampiran bisa berupa daftar harga, brosur ataupun katalog
Perihal yang digunakan supaya pembaca langsung mengetahui tujuan dari isi surat tersebut.

Alamat yang dituju, alamat surat yang dituju harus jelas supaya tidak keliru dalam pengirimannya dan produk apa yang akan dijual. Dalam penulisan alamat yang dituju juga harus benar untuk menghargai perusahaan sebagai calon pembeli.
Salam Pembuka, harus ada sebagai bentuk menghormati pembeli
Isi surat yang berisi pembuka, isi dan penutup. Harus bisa mewakili tujuan dari dikirimkannya surat tersebut dan tidak bertele-tele. Jika tidak memerlukan pngetahuan produk yang ditawarkan secara spesifik anda bisa mencantumkannya di dalam isi surat.
Salam penutup. Di awal ada salam pembuka dan harus ada surat penutup sebagai tanda akhir surat
Tanda tangan, nama terang, cap dari perusahaan pihak penjual.

Surat Penawaran Kerja yang dikirimkan bisa dilampirkan dengan penawaran untuk memberi informasi tentang barang yang akan dijual. Apabila pembeli ingin memulai kerjasama, dia akan meminta surat permintaan penawaran dengan kebutuhan informasi yang ingin mereka ketahui. Setelah deal pembeli akan mengisi surat pesanan dengan memberikan informasi barang apa saja yang mereka pesan. Apabila transaksi sudah selesai aka nada surat pengaduan apabila barang yang dipesan tidak sesuai pesanan.

Surat di dalam penawaran sebaiknya memberikan banyak informasi tentang barang yang ditawarkan. Surat penawaran kerjasama akan lebih efisien apabila pembeli langsung tahu apa saja barang yang akan dijual. Supaya lebih cepat terjalin kerja sama maka dalam pengiriman surat langsung diberi ;
Nama, jenis, bahan, warna barang yang ditawarkan
Harga per satuan dari barang-barang yang dijual
Merk dan kualitas
Potongan harga apabila pembelian dalam jumlah tertentu
Syarat dan ketentuan dalam pembayaran
Cara pengiriman barang

Categories: Uncategorized Tags:

CONTOH SURAT PENAWARAN KERJASAMA SPONSOR

June 4th, 2013 No comments

ROPOSAL

APRIL CERIA BUDI MULIA DUA TERBAN

HUT KE 25 BUDI MULIA DUA FOUNDATION

 

 

I.  PENDAHULUAN

Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun Budi Mulia Dua ke -25 sekaligus untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan orang tua murid dan sekaligus mengajarkan kepedulian terhadap sesama kepada murid PAUD Terpadu Budi Mulia Dua Terban maka KPO PAUD Terpadu Budi Mulia Dua Terban menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang akan diadakan dalam APRIL CERIA 2012

 

II.      NAMA KEGIATAN

Nama kegiatan ini adalah “APRIL CERIA 2012”

 

III.   TEMA KEGIATAN

Terma kegiatan ini adalah indahnya parenting dengan Ustadz Danu

 

IV.   BENTUK KEGIATAN

APRIL CERIA 2012 dilaksanakan beberapa rangkaian acara yaitu:

       PARENTING DAY bersama Ustad Danu dan konsultan kesehatan anak

       Performance Day yang akan diikuti seluruh murid PAUD Terpadu Budi Mulia Dua Terban

       Bazar atau Pasar murah untuk warga sekitar PAUD Terpadu Budi Mulia Dua Terban, yang nantinya hasil dari pasar murah ini akan dialokasikan untuk kegiatan sosial

 

V.     TUJUAN KEGIATAN

       Meningkatkan wawasan orang tua murid tentang pendidikan anak

       Meningkatkan Tali silahturahmi antar Orang tua murid dan Guru

       Mengenalkan kepedulian kepada sesama kepada murid

 

VI.   SASARAN KEGIATAN

       Orang tua wali murid PAUD Terpadu Budi Mulia Dua Terban

       Murid murid Budi Mulia Dua Terban

       Warga sekitar lokasi PAUD Terpadu Budi Mulia Dua Terban

 

VII. WAKTU dan TEMPAT KEGIATAN

Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 21-22 April 2012 pukul 08.00 -11.00 WIB, bertempat di PAUD Terpadu Budi Mulia Dua Terban

 

VIII.                         SUSUNAN PANITIA

 

Penanggung jawab sekolah              : Sri Wahyuni, Sag

Penanggung jawab KPO              : Bima Suryantara

 

Ketua Panitia                                          : Dedy Priyadi

Sekretaris                                          : Sri wahyuningsih

Bendahara                                          : Nastiti Kartika Sari

Seksi acara                                          : Nova Asti Wulansari

Dokumentasi                                          : Ferry Wiharsasto

PJ Bazar                                                        : Fidiyanti

Konsumsi                                          : Kiky Rizka Fibriana

Herlin Dwi Yuliandari

Perlengkapan                                          : Bima Suryantara

 

IX.   SUSUNAN ACARA :

Untuk tgl 21 April

1.       08.00 – 08.05              : Pembukaan

2.       08.05 – 08.20              : Sambutan ketua KPO

: Sambutan ketua Yayasan BMD Foundation

3.       08.40 – 09.00              : door prize

4.       09.00 – 10. 00              : pengajian Ustadz Danu

5.       10.00 – 11.30              : parenting pararel

6.       11.30 -              selesai              : penutup

Untuk tgl 22 April

1.       08.00 – 08.05              : pembukaan

2.       08.00 – 08.10              : drumb band

3.       08.10 – 09.30              : performance anak

4.       09.00 – 10.00              : performance tamu

5.       10.00 – 10.05              : penutup

6.       10.05 – 12.00              : bazaar

 

 

X.     ANGGARAN KEGIATAN

 

NO. URAIAN Jumlah
1 Kesekretariatan 500.000
2 Sewa Tenda 1.500.000
3 Sewa Kursi 500.000
4 Snack Undangan 1.000.000
5 Makan siang panitia 600.000
6 Backdrop dan spanduk acara 500.000
7 MC 500.000
8 Persiapan bazar 500.000
9 Dokumentasi 600.000
10 Fee Pemateri 1.300.000
Total 7.500.000

 

XI.   PENUTUP

Demikian proposal ini kami buat sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan APRIL CERIA 2012 serta dapat digunakan sebagaimana mestinya

 

 

 

Yogyakarta , 1 April , 2012

 

 

 

Ketua Panitia                                                                                                  Sekretaris

 

 

 

Dedy Priyadi

Categories: Uncategorized Tags: